Rabu, 20 Januari 2010

Methamorphosis



Suatu ketia ada seseorang yang menemukan kepompong kupu-kupu sudah bersiap melepaskan diri dari pembungkus atau kepompongnya. Orang itu kemudian duduk dan mengamati selama beberapa jam kupu-kupu dalam kepompong itu ketika kupu-kupu tersebut berjuang memaksa dirinya keluar melewati lubang yang sangat kecil di ujung kulit yang membungkus dirinya. Kemudian sang kupu-kupu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia ambil sebuah gunting lalu memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, serta sayap-sayap yang mengerut. Orang tersebut terus mengamatinya, karena dia berharap bahwa pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya. Sayang, semuanya tak pernah terjadi.

Lama orang itu mengamati perkembangan kupu-kupu itu tapi pada kenyataannya, apa yang diharapkan orang itu tidak seperti yang ia bayangkan. Kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dangan tubuh gembung dan sayap-sayap mengerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat serta perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang tersebut adalah cara Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya. Sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang, perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin malah melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

3 komentar:

  1. Hai pendekar ulat sutra.. nice to meet u in blog..
    iya hidup butuh perjuangan, dan hambatan yang menjadikan kita lebih kuat dan mahir dalam kehidupan.

    BalasHapus
  2. Nah itu bisa mas pendekar ada gambare...
    selamat nge blog yah

    BalasHapus